Ribuan Ton Beras Impor Masuk ke Dumai 

DUMAI, – Sebanyak 4.800 ton beras impor asal Negara Myanmar masuk melalui Pelabuhan Dumai pada Senin, 2 Januari 2023 malam lalu dengan menggunakan kapal Haiphong Glory berbendera Negara Vietnam.

Kepala Badan urusan logistik (Perum Bulog) Riau-Kepri, Basirun didampingi Pemimpin Cabang Bulog Dumai Faisal, ‎mengungkapkan, Selasa (3/1/2023) impor beras ini sebagai pelaksana kebijakan.

Menurut Basirun, kebijakan ini kembali dibuka karena cadangan beras pemerintah secara nasional mulai menipis, pasalnya di sejumlah daerah di tanah air masih banyak yang  belum panen padi.

"Sehingga cadangan beras hingga Desember 2022 lalu tinggal 6 ribuan ton saja,"kata Basirun.

"Sementara di gudang kita (Bulog Dumai) sendiri, cadangan beras pun tinggal 300 ton lagi padahal gudang kita sendiri bisa menampung 15 ribu ton beras impor,,"ucap Basirun.

Terakhir beras impor yang masuk melalui Pelabuhan Dumai pada 2018 lalu. Menurutnya, dengan stok terbatas ini, dikhawatirkan akan menggangu cadangan, stabilisasi harga, dan dukungan ketika ada situasi bencana alam.

Melalui impor beras ini, Pemerintah Pusat menargetkan 500 ribu ton beras yang akan masuk ke Indonesia salah satunya Dumai.

Untuk Dumai sendiri, beras impor akan dilakukan dua tahap. Tahap pertama pada 2 Januari 2023 sebanyak 4.800 ton. 

"Untuk tahap kedua diperkirakan Minggu depan sebanyak 5 ribu beras ton dari Negara Thailand,"terangnya menimpali.

Beras yang diimpor ini, disampaikan Basirun merupakan kualitas yang premium.

"Jadi sangat layak untuk dikonsumsi masyarakat, dengan tingkat kerusakan atau broken biji beras di bawah 5 persen,"katanya lagi.

Beras yang masuk selanjutnya dibongkar kemudian disimpan di gudang yang nantinya akan disalurkan ke beberapa daerah di wilayah Riau-Kepri.

"Cadangan kita akan semakin aman guna kebutuhan melakukan operasi pasar. Untuk bencana alam dan memenuhi permintaan pemerintah daerah,"terangnya.

Impor beras ini juga bertujuan untuk mengendalikan harga pasar. 

"Disaat harga beras mengalami kenaikan ‎dan beras impor dari Myanmar dan Thailad ini juga untuk memperkuat cadangan beras pemerintah dikelola Perum Bulog Wilayah Riau Kepri,"pungkasnya.

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *